Sejarah Desa Jenggolo

Desa Jenggolo adalah salah satu desa yang berlokasi didaerah pesisir sebelah barat kota Kabupaten Tuban yang berjarak + 10 Km dari Kabupaten Tuban berdampingan dengan desa jenu,beji,suwalan dan sekardadi, sampai saat ini desa-desa tersebut masih tergabung dalam satu kecamatan yaitu Kecamatan jenu.
Sejarah asal muasal desa biasanya tertuang dalam dongeng yang di sampaikan dari mulut ke mulut sehingga sulit di buktikan kebenarannya secara fakta. Dongeng asal muasal desa jenggolo menurut salah satu sumber erat hubungannya dengan kerajaan demak waktu berperang dengan kerajaan Majapahit. Tentunya ini juga ada hubungannya dengan kabupaten tuban saat itu yang dalam kekuasaan Majapahit tetapi membela kerajaan Demak.
Menurut sumber tersebut di tempat inilah tinggal sebagian prajurit dengan pimpinannya yang berasal dari kerajaaan Demak .Nama pimpinan prajurit tersebut adalah RADEN PANJI. Dari nama tokoh inilah muncul nama sebuah dusun yang menjadi salah satu dusun yang ada di desa jenggolo yaitu dusun Panjen.
Di sebelah selatan dusun Panjen terdapat juga sebuah dusun bernama Dusun Gedangan. sejarah munculnya nama dusun tersebut menurut salah satu sumber yang ada bahwa dahulu di dusun tersebut tinggal seorang janda yang kaya raya. beliau mempunyai gudang yang berisi bahan pangan.dari istilah gudang pangan inilah selanjutnya muncul kata “Gudangan”, yang berarti gudang pangan. Tetapi ada pula sumber yang menyebutkan kata “ Gedangan” juga bisa beraasal dari kejadian yang juga ada kaitannya dengan gudang pangan tadi.suatu hari ada pencuri yang mencuri pangan yang ada di gudang tersebut.kejadian itu ketahuan oleh masyarakat yang selanjutnya bersama-sama mengejar pencuri tersebut. Dari pengejaran masyarakat yang mengejar pencuri pangan ini muncul kata “ Nggudangan”,yang berarti “Nggudak Pangan”. Dari dua kata “Gudangan” dan “Nggudangan” inilah yang dalam perkembangannya menjadi Gedangan.
Sedangkan di sebelah timur Dusun panjen juga terdapat sebuah dusun yang bernama Dusun Kajongan. menurut sumber yang berdomisili di dusun tersebut nama Dusun Kajongan di ambil dari istilah bahasa Jawa yaitu “Ngajokno Pangan”.hal itu berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat dusun setempat yang suka mengumpulkan banyak orang untuk makan bersama dan membagikan makanan yang ada untuk di bawa pulang,atau dalam bahasa yang lain di sebut “Kundangan” atau juga ada yang menyebutnya dengan nama “Kendurenan”. Selanjutnya dari kalimat “Ngajokno Pangan” inilah muncul kata “Ngajongan”,yang dalam perkembangannya menjadi “Kajongan”.
Dalam perkembangan sejarahnya ketiga dusun tersebut digabung menjadi satu desa yang bernama Desa Jenggolo. asal muasal nama “Jenggolo” menurut salah satu sumber erat kaitannya dengan tokoh dari dusun Panjen yang bernama Raden Panji seperti yang sudah di ceritakan di atas. sumber tersebut menceritakan bahwa “Mbah Raden Panji”,begitu masyarakat memanggilnya,mempunyai seekor kuda.suatu hari kuda tersebut meringkik sambil mengangkat kedua kaki yang depan ke atas. hal semacam ini oleh masyarakat setempat biasa disebut “Jaran Njenggo” (Kuda Njenggo). Kejadian ini di ketahui oleh seorang tokoh agama yang kebetulan lewat di tempat tersebut.Melihat kejadian itu tokoh agama tersebut mengucapkan kata “ Njenggo Lho”,(menyebut kuda yang meringkik sambil mengangkat kedua kaki depannya ke atas) yang selanjutnya dalam perkembangannya menjadi Jenggolo.
Demikian cerita yang bisa didapatkan karena memang sumber-sumber yang bisa menceritakan sangat kurang sehingga agak kesulitan dalam menggali sejarah yang sebenarnya.

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)