29 Oktober 2018 10:06:27
Ditulis oleh admin

Tertib Administrasi Dengan Ikuti Bimtek Pengelolaan Aset Desa

http://jenggolo-jenu.desa.id - Pemerintah Kabupaten Tuban sedang melaksanakan pelatihan bagi perangkat desa dalam pengelolaan aset desa. Tujuannya agar perangkat desa bisa tertib administrasi dalam mengumpulkan data, mencatat hingga melakukan pelaporan tentang kepemilikan aset desa yang dimiliki. 

Kegiatan yang elok itu diikuti oleh seluruh perwakilan perangkat desa. Setiap perangkat yang hadir wajib mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang disajikan oleh pemateri dari Dirjen Bina Pemdes Kementrian Dalam Negeri. Mulai dari materi tentang undang undang yang memayungin aset desa, jenis aset desa. Bahkan pemateri juga mengupas apa saja yang emnjadi tanggung jawab dalam pengelolaan aset desa agar tidak di maling oknum.

Dalam   pembelajaran, ada materi teknis yang wajib diisi oleh peserta. Seperti mengisi  aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES). Yang meliputi ada File, Investasi Barang, Laporan, Dokumen hingga Pengisian regristasi barang. Seluruh aplikasi sudah tertata dengan baik. Hanya memerlukan data penunjang dari jumlah aset yang dimiliki desa. Sebab, setiap desa akan memiliki jumlah dan jenis aset yang berbeda. 

Dalam pengisian aplikasi SIPADES  tidaklah mudah mengisi air daam gelas. Operator desa harus mampu memasukkan data aset desa sesuai tahun, jenis, penggunaan dana hingga harus terselesaiakan secara adminitrastif. Kemudian data akan tersinkron dengan aplikasi dan baru bisa dijadikan laporan dan dipertanggung jawabkan. Kesulitan yang sering dihadapi setiap peserta biasanya dalam mengaplikasikan jenis aset dan asalnya. Namun semua bisa dijabarkan dengan rajib berlatih mengisi aplikasi. 

"aplikasi ini sudah kami siapkan dengan mudah. Memang awalnya sulit karena harus memilih aset dan ejnisnya. namun di tahun berikutnya akan mudah karena hanya mengganti nama aset yang berkurang dan bertambah saja, " jelas Kasubdit Sistem nfoasi keuangan dan aset Dirjen Bina Pemdes Kementrian Dalam Negeri, Dr. Deddy Winarwan. 

Sementara itu, Salah satu peserta dari Kecamatan Jenu, Warkham mengatakan bahwa aplikassi ini baru. Sehingga perlu dilakukan pembelajaran dan keseriusan dalam mengisinya. Hal wajar apabila sulit, namun harus bisa dioperasikan karena itu merupakan salah satu cara merawat dan mengelola aset desa. 

"diawal saya kesulitan, namun kita terus ikuti cara yang diajarkan pemateri hingga bisa. Memang hal bar biasa kalau sulit. Saya menilai aplikasi ini bagus, dan sangat rapi, " jelas remaja yang akrab disapa Doyok itu. (Afi). 

 

 

 


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus